Redupnya Pamor kelapa Sawit dan Naiknya Berkah Kurma

Redupnya Pamor kelapa Sawit dan Naiknya Berkah Kurma

PEKANBARU, Sejumlah petani kelapa sawit di Pekanbaru, Provinsi Riau menjerit akibat rendahnya harga jual buah sawit dan turunnya produksi per satuan luas. Permainan pasar oleh bandar dan kemarau panjang diduga menjadi faktor penyebabnya.

“Harga buah sawit jatuh pada level terendah yang hanya Rp 500 per kilogram pada pekan lalu,” kata petani sawit di Pekanbaru Mansyur (42) seperti dilansir Republika, Senin 29 September 2016.Harga buah sawit mulai merosot sejak awal tahun. Saat itu, harga sawit masih di kisaran Rp 1.650 per kilogram. Namun, setelan Idul Fitri 2016, harga jual sawit di tingkat petani terjun bebas hingga Rp 500 per kg.

“Mau untung dari mana kalau harganya sebesar itu. Kalau kita maksakan panen, justru akan rugi,” ungkap Mansyur. Kerugian itu berasal dari biaya transportasi dan biaya petik.Minimal, kata Mansyur yang memiliki lahan sawit seluas 15 hektare, harga jual sawit di atas Rp 1.200 per kg. “Itu sudah ada untungnya, walaupun tipis,” ujarnya.

Saat ini, kata Mansyur, harga buah sawit mulai bergerak naik lagi. Harga pada awal pekan ini baru mencapai Rp 699 per kg. “Turunnya harga sawit ini, tak terlepas dari permainan bandar,” katanya.Selain karena faktor anjloknya harga jual sawit, petani pun dipusingkan dengan menurunnya tingkat produksi per satuan luas.
Petani sawit lainnya Hendra (45) mengatakan, akibat kemarau panjang, produksi buah sawit mengalami penurunan sekita 10 persen.

Kampung Kurma Jonggol contoh sampel

“Produksi normal sekitar tiga ton per hektare-nya. Tapi, karena kemarau ini, produksi jadi turun 75 persennya,” kata Hendra
yang memilik dua hektare lahan sawit. Di Pandeglang Banten ongkos metik satu tandan kelapa sawit 400 perak.

Rata-rata hasil kelapa sawit untuk 2 hektar

2 hektare X 25 ton = 50 ton X Rp. 1.200.000 rata-rata = Rp. 60. Juta per tahun

Naiknya berkah pohon kurma

Ditengah menurunya harga kelapa sawit mulai ada harapan baru beberapa kebun sawit di Riau dan dan Pandeglang mulai menyulap kebunya menjadi kebun kurma. tentunya dengan harapan di usia 4 tahun sudah berproduksi….dan di usia 1 tahun sudah menghasilkan uang, apakah bisa ? oh jelas bisa dan tentu bisa dong.

Kurma (Phoenix dactylifera) adalah pohon yang paling banyak disebut di Al-Qur’an, ada setidaknya 21 kali penyebutan dalam berbagai konteks. Ini menunjukkan bahwa pohon kurma ini adalah pohon yang istimewa untuk kehidupan manusia.

Penyebutan di Al-Qur’an tersebut bahkan juga dikuatkan dengan berbagai hadits Nabi yang sangat banyak yang terkait dengan kurma ini. Baik itu dalam konteks keberkahan pohon kurma – keberkahannya seperti keberkahan seorang muslim, konteks mencegah kelaparan sampai sebagai sumber pengobatan berbagai penyakit dan juga menjaga kelestarian Alam.

Berbagai riset modern membuktikan bahwa kurma menurunkan risiko jantung, kanker, hipertensi, diabetes, menurunkan LDL kolesterol, dan sebagainya. Mengkonsumsi kurma juga sangat baik dilakukan oleh ibu-ibu hamil dan yang menyusui karena buah kurma berperan dalam meningkatkan kualitas ASI. sedangkan bagi ibu-ibu hamil kurma bermanfaatkan melancarkan persalinan.

“Alangkah baiknya jika aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang dilupakan sama sekali!” Maka ia, malaikat, menyerunya dari arah bawah dia: “Janganlah engkau bersedih hati, sungguh Tuhan engkau telah membuat anak sungai di bawah engkau, dan goyangkan ke arah engkaupelepahpelepah batang kurma itu, ia akan menjatuhkan berturut-turut atas engkau buah kurma yang matang lagi segar. Makamakanlahdan minumlah, dan sejukkanlah mata engkau. (Maryam [19]:23-27).

Pohon kurma selama ini disalah pahami sebagai tanaman orang Arab, padahal di daerah Tropis ini khususnya di Thailand yang iklimnya sangat mirip dengan Indonesia – mereka sudah menanam ribuan hektar kurma dan sudah merencanakan untuk menjadi eksportir kurma dunia dalam waktu yang sangat dekat – saat ini kebun-kebun kurma mereka sudah siap panen !

Dalam hal pengembangan kurma, Indonesia masih sangat jauh ketinggalan dibandingkan Thailand – bahkan bila tidak ada upaya untuk menggerakkannya dan mengejarnya, sudah hampir pasti Indonesia akan menjadi importir kurma dari Thailand menyusul impor buah lainnya seperti durian, dan sebagainya. padahal jutaan hektar lahan nganggur kita punya.

Di Indonesia, pohon kurma baru sebatas hobi dan lifestyle – menanam untuk kegemaran saja. Bahkan banyak yang mengira pohon ini tidak bisa tumbuh baik dan berbuah di Indonesia.Padahal bukti masif kurma berbuah di Indonesia sudah banyak dan mitos kurma tidak bisa berbuah di Indonesia sudah runtuh dengan sendirinya.

Dengan bukti yang sangat masif di Thailand, India dan Australia tersebut, keraguan inimestinya sudah tidak perlu ada lagi keraguan dikalangan petani dan pekebun yang akan mengebunkan kurma skala orchard.

Hanya memang karena ketertinggalan kita, masih sangat banyak yang perlu dikejar. kini dengan bantuan teknologi bibit kurma kultur jaringan jadi pilihan petani Indonesia, terbukti di Thailand, India dan Australia pohon kurma Kultur jaringan diusia 4 tahun sudah panen, bahkan di usia 3 tahun sudah belajar berbuah untuk pertama kalinya.

Pembibitan dengan biji sudah berhasil dan bahkan sudah banyak disebar luaskan, yang berbuah juga banyak ,hanya saja pembibitan dengan biji ini belum menghasilkan jenis kelamin pohon kurma yang teridentifikasi dari awal. Artinya masih harus menunggu pohon-pohon tersebut berbunga paling cepat sekitar tujuh tahun yang akan datang untuk mengetahui mana yang jantan dan mana yang betina.

Saat itupun kita baru bisa belajar membuahkannya dengan mengawinkan bunga jantan dan bunga betina. Artinya kita sudah ketinggalan beberapa tahun dibandingkan negeri tetangga khususnya Thailand.

Tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, apalagi mengingat pohon kurma bukan hanya kita perlukan buahnya. Serbuk sari jantan bisa menjadi bahan baku industri makanan suplemen yang sangat baik untuk kesehatan.

Lebih dari itu, pohon kurma juga disebut secara khusus di Al-Qur’an (QS 36:34) sebagai pohon yang bisa memancarkan mata air atau bahkan mengalirkan anak sungai (QS 19:24). Artinya kebun-kebun kurma bisa menjadi solusi untuk konservasi mata air sebagi sumber penghidupan di bumi.

produktifitas pohon kurma dan usianyah lebih panjang dari sawit, satu pohon kurma bisa mencapai produksi maksimal 200-300 kg per pohon dan usia produktif sampai 100 tahun. artinya dari sisi ekonomis pohon kurma lebih menguntungkan dengan harga untuk varietas seperti Ajwa dan medjool yang perkilo mencapai 300-400 ribu perkg.

pohon kurma gurra downs australia

(Photo credit : Gurra Downs , perkebunan kurma Australia)
Bibit kuljar yang beredar di Indonesia berasal dari kebun Gurra Downs kemudian dikulturkan di DPD, UK England

Hitungan kasar panen dari 1 Pohon Kurma Barhee,

Harga perkilo kurma segar (ruthob) Rp 80.000 (saat ini masih Rp 300.000an/kg)
Hasil panen perpohon 200 kg/tahun. usia pohon panen maksimal mulai tahun ke-8 dan masa produktifitasnya bisa lebih dari 80
tahun.

Jadi potensi pendapatan kotor 1 pohon dalam 1 tahun
80.000 x 200 = 16 jt/tahun..
Jika punya 10 saja, pohon kurma barhee maka
14 jt x 10 = 160 jt/tahun

Dengan catatan dari bibit kuljar yang unggul, harus dirawat dengan baik dan pemupukan yang teratur serta diiringi doa kepada Allah agar sejahtera didunia dan di Akhirat.

Aamiin

Salam Petani Kurma Indonesia.

(Hendra Andiarto)

 

Berminat untuk berkebun kurma? atau ingin memiliki sebuah Kavling Kampung Kurma?

KEMBALI HADIR KAMPOENG KURMA DI 4 WILAYAH
Setelah sukses dengan terjual lebih dari 2200 unit selama 3 bulan, kavling Kampung Kurma kembali dengan konsep Agrowisata, dipasarkan tahap 4 Kavling kurma 400m2 – 500m2.

  1. kampung kurma Tanjung Sari Bogor Timur
  2. Kampung Kurma Sirnasari Bogor Timur
  3. Kampung Kurma Cipanas
  4. Kampung Kurma Jasinga Bogor Barat
  5. Kampung Kurma Sultan Saladin Banten Cirebon

Info selengkapnya Klik Disini